Propeller & Blade Photography

Memotret memang mudah kalau hanya sekedar memotret. Apalagi jaman sekarang kamera ponsel pun sudah cukup sepadan dengan kamera DSLR, namun, memotret yang menonjolkan seni dan keindahan itu yang sulit dan perlu berkali-kali mencoba. Terlebih ketika kita memotret yang namanya pesawat terbang yang notabennya bergerak cepat timming-nya.

Kali ini saya coba berbagi pengalaman saya (yang sedikit) untuk memotret yang namanya pesawat terbang, terlebih khusus pada pesawat terbang yang mempunyai bilah baling-baling.

Pada dasarnya, kita harus tahu masing-masing fungsi dari fitur yang ada di kamera. Tentu bukan sembarang kamera yang dapat digunakan untuk mengabadikan seni dari pesawat terbang berbaling-baling. Minimal, kamera itu dapat diatur kecepatan shutter-nya, ISO, dan diafragmanya. Nah, kalau sudah bisa diatur fitur-fitur tersebut barulah kita masuk ke sesi penyettingan.

Untuk penyettingannya sendiri kita harus lihat juga tuh lingkungan sekitar, biasanya dengan cuaca cerah pagi hari tanpa awan atau haze saya pakai settingan shutterspeed 1/60 dengan iso 200 diafragma f16-f20 tergantung sikonnya. Dapatlah kita sebuah foto dengan propeller yang berputar, kalau mau semakin terlihat kencang putaranya turunin shutterspeednya makin seru!

Tantangannya adalah harus jaga kestabilan, jangan goyah. Kamera+Lensa semakin berat semakin stabil tapi capek bawanya cuy. Hahaha. Usaha gak mengkhianati hasil kok. Saya sendiri juga masih belajar buat menstabilkan posisi yang kadang saya juga lupa hehe, terlebih lupa kalau saya single haha.

Berikut contoh foto-foto yang saya ambil, semoga berkenan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *